Pokerace99
Selingkuh Serial

Cerita Dewasa – Pengalaman dengan Pembaca

cerita dewasa - bersama dengan pembaca
Ditulis oleh ceritadewasa
Situs Judi Online Terpercaya dan Terlengkap

Cerita Dewasa – Pengalaman dengan Pembaca

Cerita Dewasa – Dari sekian banyak email yang masuk ke mail box-ku ternyata hanya ada dua email yang dikirim oleh cewek.

Yang satu menegurku dengan sopan, meminta agar aku tidak meneruskan kontak dengan suaminya.

Kubalas emailnya sambil menanyakan siapa nama suaminya, karena terus terang aku tidak kenal dan tidak tahu yang mana suaminya.

Memang kuakui ada beberapa email yang kubalas dan ada beberapa orang yang sempat kontak per telepon denganku setelah memenuhi semua persyaratan yang kuajukan.

Namun emailku belum mendapat balasan hingga aku juga tidak tahu yang mana suaminya?

Yang satu lagi dari cewek, inisialnya LW, dia menyatakan bahwa dia juga pernah mengalami dijilat vaginanya oleh cowoknya, jilatannya tak kalah hebatnya, demikian tuturnya dalam email.

Selebihnya email yang masuk ke mail box-ku dari cowok-cowok yang iseng dan main langsung mengajak kenalan dan making love, ha.. ha.. ha..!

Emangnya dikira aku cewek murahan yang bisa langsung diajak ke tempat tidur.

Walaupun aku suka dan menikmati sex namun aku bukanlah cewek murahan apa lagi harus dibayar untuk itu.

Aku mau karena berdasarkan suka sama suka, karenanya dari email yang masuk semua kujawab.

Namun bila ingin berlanjut untuk berkenalan dan mengobrol.

Aku punya kiat tersendiri untuk menyeleksi mereka dan rata-rata mereka rontok semua karena takut tertipu atau memang hanya iseng saja.

Dari yang bisa memenuhi persyaratanku, baru kuajak ngobrol dan berkenalan, jumlahnya tidak banyak, dan ada juga beberapa yang sudah bertukar foto melalui email.

Namun di antara semua itu, ada seorang yang sudah berjalan agak jauh, kunamakan saja Sinto yang usianya 40 tahun, sudah beristri dan punya dua orang anak.

Sinto adalah seorang pengusaha muda yang punya hobby mengakses ceritadewasa.plus dan ceritadewasa.gratis.

Dia membaca tulisanku dan mengirim email padaku, kubalas dan kuberikan persyaratan yang langsung dipenuhinya hingga kemudian kuizinkan dia meneleponku.

Kami mengobrol beberapa kali via telepon juga bertukar foto melalui email sampai akhirnya kami pun janjian untuk jumpa darat (ketemuan).

Aku memilih tempat bertemu di Restaurant Calvados yang letaknya di ujung perempatan Jalan Kertajaya Indah dekat Galaxy Mall, Surabaya.

Kami pilih di Calvados karena dekat dengan rumahku yang terletak di kawasan Kenjeran dan juga kebetulan rumah Sinto juga terletak di sebuah perumahan mewah di sekitar sana.

*** Cerita Dewasa ***

Kami janjian bertemu jam 5 sore.

Setelah selesai mandi aku pun sibuk memilih busana yang akan kukenakan.

Sudah pernah kuceritakan pada ceritaku terdahulu.

Aku tidak memiliki busana yang anggun karena memang aku lebih suka memakai pakaian yang sexy mengimbangi tubuhku yang memang juga sexy.

Sore ini kupakai T Shirt ketat tanpa lengan hingga T Shirt yang kupakai melekat dengan tubuhku.

Tentunya tanpa BH membungkus payudaraku yang ranum dan sintal.

Ini juga karena sesuai dengan apa yang pernah kuceritakan pada kisahku terdahulu, yaitu bahwa aku sejak kecil tidak suka memakai bra hingga sampai saat ini aku tidak memiliki sebuah BH-pun di rumah.

T Shirt yang kupilih berwarna krem dengan rok mini warna yang sama untuk bawahannya.

Rok mini yang kupakai juga berwarna krem kombinasi coklat muda kotak-kotak.

Kali ini aku agak sedikit bingung memilih CD yang akan kupakai.

Bukan karena warnanya karena aku mempunyai banyak CD dengan berbagai macam warna, aku ingin memakai warna krem juga supaya matching.

Namun modelnya aku hanya punya dua macam, yang satu model G String yang sering kupakai dalam ceritaku terdahulu.

Yang satu lagi model berenda, semuanya berbentuk mini dan tipis sekali, hingga bila dikenakan seakan-akan tidak memakai CD.

Sore ini kupilih yang berenda saja, bentuknya berupa renda ukuran sejari melingkari pinggangku.

Di bagian belakang seukuran satu jari pula turun melingkari selangkanganku melalui lipatan pantatku yang sintal.

Terus ke depan dan di bagian pangkal pahaku tersambung dengan secarik kain sutera tipis selebar dua jari.

Bila dikenakan hanya mampu menutupi tepat bagian liang vaginaku, sexy dan merangsang sekali saat aku memakainya.

Bulu-bulu kemaluanku terurai keluar dari CD yang kukenakan hingga akan membuat rangsangan tersendiri bagi cowok yang melihatnya.

Rok yang kupakai mini sekali dengan bawahan yang cukup lebar hingga pahaku yang mulus dengan ditumbuhi sedikit bulu-bulu halus terlihat.

Aku juga tidak terbiasa menggunakan make up.

Ketiakku kuoles sedikit parfum ditambah lipstick tipis warna netral mengoles bibirku yang mungil agar selalu terlihat basah hingga membuat semua cowok ingin mencium dan mengulum bibirku.

*** Cerita Dewasa ***

Tepat jam 5 sore aku tiba di Calvados yang masih sepi karena memang baru buka.

Rupanya Sinto sudah duduk di terasnya sambil merokok.

Walau kami sebelumnya belum pernah bertemu muka tapi aku yakin kalau cowok itu Sinto karena wajahnya pernah kulihat di foto yang dikirimnya via email, tapi untuk lebih meyakinkan diri, kucoba menghubungi HP-nya secara missed call.

Hi.. Sinto! Sapaku.

Hallo..! Wah..! Kamu ternyata memang sangat cantik sekali, fotonya sudah cantik, tapi orangnya jauh lebih cantik lagi, demikian puji Sinto sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman denganku.

Ayo kita masuk, di dalam sejuk ber-AC, ajaknya.

Kamipun masuk ke dalam memilih ruangan di dalam yang ada VIP roomnya.

Walaupun VIP Room di Calvados bukan untuk pribadi karena bisa dipakai oleh tamu lain secara bersamaan, namun tempatnya lebih terisolir.

Apa lagi sore itu belum ada tamu lain selain kami, maka suasananya jadi lebih mendukung untuk kami berduaan saja.

Kami memesan menu dan minuman yang sama, steak dan orange juice.

Sambil menunggu hidangan, kami mengobrol mulai dari yang sekedar basa basi sampai ke materi tulisanku di situs ceritadewasa.plus dan ceritadewasa.gratis.

Biasanya kalau orang lain sedang berduaan duduknya selalu berhadap-hadapan dengan dibatasi meja, tetapi kali ini Sinto sengaja memilih duduk di samping kananku.

Saat duduk, rok miniku jadi lebih terangkat ke atas lagi hingga memamerkan pahaku yang mulus sedikit berbulu tadi hingga membuat mata Sinto sering kali memandang ke bawah.

Apa lagi saat kupangkukan kaki kananku ke kaki kiri, membuat sebagian pangkal pahaku bagian luar terbuka lebih lebar lagi.

Membuat mata Sinto yang duduk di samping kananku lebih rajin memandang ke bawah.

“Ayo..! Lihat apa matanya!,” godaku.

“Lia, terus terang aku jadi terangsang melihat kecantikan dan penampilanmu,” jawab Sinto terus terang.

Memang aku dapat melihat kejujuran kata-katanya dari tonjolan yang tersembul dari dalam jeans yang dia pakai.

Kami makan sambil mengobrol memperbincangkan tulisanku di ceritadewasa.plus dan ceritadewasa.gratis.

Selesai makan, Sinto meminta tambahan segelas orange juice sebelum melanjutkan obrolan kami.

Tentang tulisanku, kuceritakan bahwa itu memang semua pengalamanku.

Hanya pada tulisan pertama aku menambahkan sedikit variasi sehingga mengaburkan identitasku, karena aku masih belum berpengalaman dan masih takut.

Namun ceritanya semua benar-benar kualami.

Untuk cerita yang kedua dan ketiga aku sudah tidak memakai variasi lagi karena aku sudah menikmati tulisanku.

Setiap kali menulis, aku merasakan suatu kelegaan karena dapat mengungkapkan apa yang pernah kualami.

Sinto pun terkagum-kagum dengan penjelasanku.

Sambil mengobrol, tiba-tiba tangan kirinya diletakkan di pahaku tepat di bawah rok miniku hingga aku dapat merasakan kulit telapak tangan kirinya menyentuh langsung pahaku.

Aku merasakan ada aliran aneh menjalar dari pahaku naik ke atas dan berhenti di kudukku, aliran aneh tapi nikmat.

*** Cerita Dewasa ***

Melihatku diam saja, tangan Sinto lebih berani lagi, kini sudah mulai sedikit membelai.

Keempat jarinya mulai jari telunjuk hingga jari kelingking turun memasuki pahaku bagian dalam.

Ibu jarinya tetap berada di atas pahaku, aku merasakan sedikit geli namun aku menikmatinya.

“Hayoo..! Tangannya mulai nakal yaa..” seruku pura-pura merajuk.

“Lia.., pahamu mulus sekali hingga membuatku terangsang,” kata Sinto.

Belum sempat kujawab, tangan kiri Sinto berpindah ke tengkukku.

Ditolehkannya kepalaku ke kanan dengan lembut.

Begitu kepalaku tertoleh ke kanan, wajahnya sudah berada tepat di hadapanku.

Mulutnya langsung menyerbu bibirku.

Dengan penuh nafsu Sinto menciumku, bibirku yang tipis mungil dilumatnya.

Lidahnya dijulurkan ke dalam mulutku yang kubalas dengan hisapan dan sebaliknya juga kujulurkan lidahku ke dalam mulutnya hingga kami pun saling berpagut.

Sementara posisi tangan kirinya di pahaku tadi digantikan oleh tangan kanannya.

Rupanya suasana restaurant yang sepi apalagi VIP Room, hingga tidak ada orang lain selain kami berdua, benar-benar dimanfaatkan oleh Sinto.

Para waiters semua berada di luar saat telah selesai melayani kami, seakan mereka sengaja memberikan kesempatan pada kami untuk berduaan saja di dalam.

Tangan kanannya langsung diletakkan sedikit menyusup ke dalam rok miniku, jarinya bergerak meraba-raba kesana kemari membuatku horny sekali.

Susupannya makin ke atas, bawahan rok miniku yang lebar membuat tangan kanannya leluasa bergerak di dalam rok miniku.

Kedua kakiku makin merenggang menerima kenikmatan itu, CD-ku sudah mulai basah mengeluarkan cairan birahi dari liang vaginaku, aku mengalami horny berat.

Jari-jari tangan Sinto menyusup lebih ke atas ke arah pangkal pahaku, terus mengelus vaginaku dari luar CD hingga membuat CD-ku yang tipis dan mini makin basah saja hingga dapat kurasakan cairan sedikit kental mengalir deras dari dalam liang vaginaku.

Bibir dan lidahku pun makin menjadi mengulum bibir Sinto karena menahan ledakan dahsyat yang seakan ingin meletus menyembur keluar melalui rahimku menuju liang vaginaku.

Jari Sinto kini mulai menyusup sela-sela CD-ku seakan ingin merasakan sentuhan langsung kulit dan bulu-bulu yang tumbuh subur di sekitar selangkanganku.

Jari Sinto menggosok-gosok bibir vaginaku dari atas ke bawah terus menerus sambil sesekali dengan sengaja disentuhkan ke klitorisku.

Aku pun merasakan rangsangan yang hebat sekali hingga dadaku tertahan ke depan dan payudaraku tertempel di dada Sinto yang lapang.

Ini juga membuat kenikmatan tersendiri bagiku, karena payudaraku yang makin keras akibat terangsang mengalami sentuhan langsung karena hanya dibatasi T Shirt yang tidak terlalu tebal.

*** Cerita Dewasa ***

Jari-jari tangan sinto terus bergerilya di selangkanganku, bibir vaginaku dielus naik turun sementara jari telunjuknya terus memilin-milin klitorisku bagaikan mata bor hingga aku merasakan kegelian yang bercampur nikmat, dadaku terdorong ke depan hingga payudaraku menyentuh dan menggesek dadanya yang bidang.

Aku tidak memakai bra sehingga payudaraku hanya terpisah oleh T shirt dan hem Sinto yang tipis saja.

Ada kenikmatan saat puting susuku menyentuh dada Sinto.

Tak lama kemudian aku pun melenguh bagai anak sapi, kepalaku tertarik ke belakang karena menahan nikmat, dadaku semakin menekan ke depan, dan..

Ada muncratan dari dalam liang vaginaku.

Aku pun mengalami orgasme saat jari-jari Sinto mulai dimasukkan ke dalam liang vaginaku.

Sinto mengetahui apa yang baru saja kualami, maka dengan sengaja jarinya memainkan klitorisku dengan semakin intens.

Gesekannya kurasakan semakin liar dan semakin menambah kenikmatan, rasanya mengalir ke puncak kepalaku dan berhenti tepat di atas ubun-ubunku.

Selesai memuaskanku dengan jarinya, Sinto bukannya segera mencuci tangannya yang belepotan dengan air cintaku.

Tapi jarinya malah dijilati satu persatu seakan mendemonstrasikannya padaku.

Selesai membayar bill, Sinto membisikkan ajakan ke telingaku..

“Yuk, kita teruskan di Hotel, Lia..!”

“Jangan sekarang dong!,” tolakku dengan halus.

“Kita kan baru saja berkenalan dan baru kali ini kita bertatap muka, lain kali aja ya..,” demikian alasanku.

Rupanya Sinto memang sangat matang dan dewasa.

Dia dapat mengerti perasaanku, namun aku yang justru tidak tega melihat ekspresi wajahnya.

Walau dia pandai menutupi kekecewaannya tapi aku masih dapat merasakannya.

Untuk menutupi kekecewaannya, kutawarkan sebuah solusi..

“Gimana kalau kita sama-sama ke Galaxy Mall. Kuparkir mobilku di sana, kemudian aku naik mobilmu. Kita jalan-jalan keliling kota?,” usulku.

“OK,” Sinto menyetujui usulku.

Lalu kami akhirnya beriringan menuju ke Galaxy Mall yang jaraknya sekitar 500 meter dari Calvados.

Setelah memarkir mobilku, aku masuk ke dalam mobil Sinto.

“Kita kemana nich?,” tanyanya.

“Kemana aja deh asal jangan check in ke hotel,” jawabku.

*** Cerita Dewasa ***

Sinto akhirnya mengarahkan mobilnya ke arah luar kota Surabaya.

Dalam perjalanan, hanya tangan kanannya saja yang memegang kemudi, sementara tangan kirinya terus bergerilya di selangkanganku.

Mobilnya memang automatic sehingga Sinto tidak perlu menggunakan tangan kirinya sepenuhnya untuk mengemudi.

Kaca film mobilnya cukup gelap ditambah dengan suasana di luar juga sudah gelap, saat itu jam di mobilnya sudah menunjukkan pukul 19.30 hingga semua ini membuat semua aktifitas kami tidak dapat terlihat dari luar.

Rok miniku sudah tersingkap ke atas hingga CD-ku yang mini terpampang menantang dengan jelas.

Elusan tangan Sinto di sekitar vaginaku dapat kurasakan sekali, kedua kakiku sengaja kubuka lebar-lebar agar lebih memudahkan aktifitas tangannya.

Tanganku tidak mau kalah, segera kubuka kancing celana Sinto, gespernya kuturunkan ke bawah.

Rupanya Sinto juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang kuberikan, diperosotkannya celana jeans dan CD-nya sehingga batang kemaluannya yang sudah tegang sejak tadi menyembul keluar.

Wauw..! Ukuran diameternya lumayan besar, hampir sama dengan ketimun yang biasa kupakai masturbasi di tempat kerjaku (bagi pembaca yang belum pernah membaca ceritaku yang lalu, silakan membacanya di: kisah-kisah natalia), walaupun ukuran panjang penis Sinto menurutku normal-normal saja, sekitar 17 centimeter.

Kugenggam lembut dan kukocok-kocok naik turun sehingga Sinto pun merasakan kenikmatan permainan jari-jariku.

Sambil menempuh perjalanan, tangan kami masing-masing melakukan kesibukan.

Tak terasa mobil sudah sampai di Bundaran Waru, dan kami terus meluncur ke arah kota Sidoarjo.

Sampai di pertigaan Aloha, Sinto membelokkan mobilnya ke kiri menuju arah Juanda yang jalannya cukup lebar.

Kurang lebih beberapa ratus meter kemudian Sinto menyalakan lampu sign ke kiri dan mobil pun dibelokkan masuk ke jalur lambat.

Di tempat yang agak lapang dan sepi mobil di hentikan tetapi mesin dan AC tetap dihidupkan.

Setelah berhenti, Sinto memundurkan bangku dan tempat sandarannya, kemudian bangku dan sandaran tempat dudukku pun dimundurkannya pula.

Rupanya Sinto benar-benar penasaran dan ingin melanjutkan permainannya, walau sudah kutolak check in di hotel, tapi rupanya Sinto tidak kekurangan akal, karena di tempat sepi ini dia pikir juga bisa menuntaskan keinginannya.

Sinto segera mencium dan melumat bibirku, tangan kanannya menyusup ke dalam T Shirtku, jari-jari tangannya langsung meremas-remas payudaraku yang sudah mengeras sejak tadi.

Puting susuku dipelintir-pelintir hingga menimbulkan rasa nikmat.

Darahku mengalir cepat dalam tubuhku, disingkapnya T Shirtku ke atas hingga payudaraku yang indah tersembul keluar dengan ujung putingnya yang mencuat ke atas langsung dijilatnya bergantian.

Tangan kanannya memerosotkan CD-ku.

Aku pun pasrah saja sambil sedikit mengangkat pantatku sehingga dengan mudahnya CD tersebut meluncur ke bawah dan kubantu dengan ujung kakiku untuk melepasnya.

Sekarang tubuh bagian bawahku pun sudah tidak ditutupi oleh sehelai benangpun.

Rok miniku telah tersingkap ke atas sehingga Sinto dengan bebasnya memandangi bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitar kemaluanku.

*** Cerita Dewasa ***

Sambil menyempurnakan posisinya, dengan sedikit menungging Sinto mengarahkan kepalanya ke selangkanganku.

Bibirnya langsung menyerbu klitorisku hingga aku sedikit tersentak kegelian.

Aku pun tak mau tinggal diam, kuraih batang kemaluan Sinto yang jaraknya sudah dekat dengan mukaku.

Rupanya tanpa kusadari, sejak dari tadi Sinto diam-diam juga sudah melepaskan celana dan CD-nya sehingga bagian bawahnya juga sudah telanjang.

Terus terang ingin sekali rasanya aku mengulum batang kemaluan Sinto, namun aku masih malu-malu dan gengsi.

Bukannya aku belum pernah melakukan hal itu, tapi mengingat masa perkenalanku dengan Sinto yang masih baru dan baru sore ini kami bertatap muka.

Apa lagi perkenalan kami dikarenakan saya sebagai penulis cerita di ceritadewasa.plus dan ceritadewasa.gratis yang kebetulan dibaca oleh Sinto.

Tetapi pada akhirnya kenikmatan jilatan lidah Sinto di bibir vagina dan klitorisku akhirnya dapat menjebolkan pertahananku.

Gengsi yang tadinya kusimpan akhirnya jebol juga, batang kemaluan Sinto bukan lagi hanya kumainkan dengan tangan, kini bahkan langsung kuarahkan ke dalam mulutku.

Kukulum kepala penisnya, batang kemaluannya kukocok-kocok lembut dengan irama yang teratur karena aku tahu bahwa ini akan membuat kenikmatan tersendiri bagi Sinto yang terus menjilat vaginaku.

Lidahnya dijulurkan dan diusap-usapkan di celah belahan vaginaku, sementara jari tangan kirinya menggesek-gesek klitorisku.

Cukup lama kami saling melakukan oral sex dengan posisi 69 di dalam mobil, sampai akhirnya aku mengalami puncak kenikmatan kembali.

Rasanya aku sudah hampir mencapai orgasme yang kedua kalinya hingga kulumanku pada penis Sinto pun semakin dahsyat dan kocokanku pun juga semakin cepat.

Jari tengah dan jari telunjuk Sinto tiba-tiba ditusukkan semakin dalam ke liang vaginaku, dikocok-kocokkannya keluar masuk sambil bibirnya tetap menghisap klitorisku, sesekali dijepit dengan kedua bibirnya sambil digesek-gesekkan ke kiri dan kanan.

Oouuw!

Aku tak sanggup mengulum penis Sinto lagi, hanya tinggal tanganku saja yang tetap mengocok-ngocok secara teratur hingga tak lama kemudian cairan putih kental muncrat keluar dari batang kemaluan Sinto, jumlahnya cukup banyak dan rasanya hangat menyembur wajahku, tapi kukocok terus dan terus dan terus..!

Akhirnya aku pun mengalami hal yang sama, permainan dua jari Sinto yang dimasukkan ke dalam liang vaginaku ditambah jilatan lidahnya pada klitorisku membuat badanku kembali menggigil dan kejang karena mengalami kenikmatan surga dunia.

Aku kembali orgasme yang ke dua kalinya.

Sinto ternyata juga pandai melakukan jilatan pada vaginaku, jilatannya tak kalah dahsyatnya dengan Sonny yang pernah kuceritakan pada kisahku yang terdahulu.

Kalau tadi sperma Sinto muncrat keluar menyembur wajahku, lain lagi dengan cairan cintaku yang muncrat mengalir keluar dari liang vaginaku dengan derasnya dan langsung dijilat habis oleh Sinto, bibirnya menyapu rata bibir vaginaku sambil menghisap semua cairan yang keluar hingga benar-benar bersih dan kering kembali.

Setelah kami sama-sama mencapai puncak kepuasan, kubersihkan wajahku dengan tissue yang ada di mobil sinto.

Gila..! Banyak juga sperma yang disemburkan Sinto hingga membuat wajahku penuh dan belepotan oleh spermanya.

Setelah selesai berbenah dan merapikan pakaian kami masing masing, Sinto pun menjalankan mobilnya kembali ke arah dalam kota.

Sambil meluncur aku membersihkan wajah dan selangkanganku dengan tissue.

Lalu kusandarkan kepalaku ke samping lengan Sinto. Mobil pun meluncur santai menuju ke Galaxy Mall.

Kami tidak banyak berbicara dalam perjalanan pulang.

Tangan kiri Sinto membelai rambut kepalaku dengan mesra sambil sesekali mencium kepala dan keningku.

Sesampai di Galaxy Mall aku pun turun menuju mobilku yang sejak tadi kuparkir di sana.

Pertokoan sudah sepi karena sudah hampir tutup semua.

Sebelum berpisah, kami berjanji akan saling kontak melalui telepon.

Sinto juga berpesan padaku, mempersilakanku jika kejadian petang ini akan di tuangkan untuk ceritadewasa.plus dan ceritadewasa.gratis, dia hanya meminta agar identitasnya disamarkan.

*** Cerita Dewasa ***

Demikianlah kisah pertemuanku dengan salah seorang pembaca dan penggemar tulisanku di ceritadewasa.plus dan ceritadewasa.gratis.

Tadinya aku tidak sengaja menemukan situs ini karena seseorang telah iseng mengirimkan URL situs ini ke emailku, tetapi ternyata setelah kucoba mengakses dan membaca isinya, darahku pun mendesir membaca cerita-cerita yang ada di dalamnya.

Pertama kucoba untuk iseng-iseng menulis pengalamanku, kini bukan hanya aku jadi keranjingan menuliskan pengalamanku untuk dimuat di Rumah Seks, tapi aku bahkan mendapatkan seorang teman kencan yang cukup gagah dan ganteng.

Buat seseorang pembaca yang berinisial S dan kusamarkan namanya menjadi Sinto, kuyakin kamu pasti juga akan membaca pengalaman manis kita yang telah kutuangkan menjadi cerita ini dan kukirimkan ke Rumah Seks, thanks for the dinner and part time lover!

*** Cerita Dewasa ***

Tentang penulis

ceritadewasa

Tinggalkan komentar

Selamat datang di Ceritadewasa.gratis!

Untuk melanjutkan membaca cerita-cerita yang ada di situs ini, silahkan like atau follow salah satu media sosial kami terlebih dahulu.