Pokerace99
Selingkuh Serial Umum

Cerita Dewasa – Sepotong Senja untuk Dini Part 2

Situs Judi Online Terpercaya dan Terlengkap

Cerita Dewasa – Sepotong Senja untuk Dini Part 2

by: clothingK

Baca Part-1

::: Minggu dini Hari Setelah Jalan Berdua Bersama Dini :::

Gue sudah nyantai didalam kamar. Tiduran sambil ngerokok ditemani secangkir white koffie dan setoples emping. Sementara itu komentator sepak bola di La Liga lagi asyik nyerocos sotoy seenaknya, soal tendangan bebas Cristiano Ronaldo yang melambung diatas mistar gawang.

“Seharusnya itu bisa terjadi gol, dikarenakan jarak tembak ke gawang tadi adalah jarak favorit dari Cristiano Ronaldo…..” ujar Mister X, sang komentator.

“Jiahh!! ni komentator lebay bener dah, mentang-mentang ngebacot ga kena pajak asal aja kalau ngomong.” gumam gue keki seraya menghembuskan asap rokok.

“Yang namanya tendangan bebas tuuh, ya terserah pemainnya doong. Mau dibikin gol kek, mau di melencengin kek, yaa terserah si pemain laah. Kecuali kalo itu tendangan wajib atau tendangan fardhu, nah itu baru harus jadi gol.” bilang gue masih menggerutu.

Sesaat kemudian gue asyik melamun. Hmm.. Sekarang gue udah punya kekasih yang baik, cantik, dan begitu menggairahkan hehe.. Harus bener-bener gue rawat dan jaga baik-baik nih, jangan sampai gue ngecewain Dini.

Tiba-tiba, “Meong! Meeong.. Meoong!! Meoonnggg!!” suara kucing kawin ringtone hp gue berbunyi.

Gue lihat sekilas, ooh Dini ternyata.

“Haloo Reno speaking, ada yang bisa guee bantt.. ting?!” sapa gue ramah dengan nada lembut laiknya Mbak-Mbak Operator Provider.

“Hahaa!! lucu juga celotehan elo. Hihihiii.. ” jawab Dini terkikik diseberang telephone.

“Eehh Renn, besok pagi joging yuuk. Sekali-kali olah raga gitu biar sehat. SpeedShop nya lagi banyak orderan ya, say?” tanya Dini.

“Iya, ada 3 motor yang mau stroke-up dan di bore up Hi- performance.” Sahut gue cepat.

“Eeh.. Tapi gapapa juga sih Din kita joging. Ide bagus tuh. Jam berapa ke rumah?” tanya gue antusias.

Ohh Goddd, tiba-tiba aja gue jadi kangen sama Dini saat mendengar merdu suaranya…

“Jam 05.30 nyampe rumah gue yaa, Ren. Lo langsung masuk aja ke ruang keluarga.” bilang Dini.

“Okey!! Siiip deeh! byee..” sahut gue sembari membunuh siaran tivi, dan gue pun segera.. zzZ.. Zzz..ZZ!!! . . .

Selamat datang di Ceritadewasa.gratis!

Untuk melanjutkan membaca cerita-cerita yang ada di situs ini, silahkan like atau follow salah satu media sosial kami terlebih dahulu.