Pokerace99
Serial Umum

Cerita Dewasa – Sepotong Senja untuk Dini Part-8

Situs Judi Online Terpercaya dan Terlengkap

Cerita Dewasa – Sepotong Senja untuk Dini Part-8

by: clothingK

Baca part-7

Bau air lautan yang khas mulai terendus oleh alat penciuman kami.. Di pertigaan jalan, kami berdiskusi sebentar untuk langsung ke pantai siung atau mampir dulu ke pantai wedi ombo. Karena pengen cepet istirahat, maka kami memutuskan untuk segera ke pantai siung.. ” ooh godd, pantai yang masih saja indah..”, gumam gue ketika mulai terlihat deburan gulungan ombak berbuih menerpa karang.

Cewek cewek pada berteriak riang gembira.. selama hampir 3jam perjalanan yang melelahkan, akhirnya terbalas sudah rasa capek, ngantuk dan lain lain, dengan panorama hasil karya Tuhan yang maha agung yang terhambar di depan kami saat itu. Setelah meminta izin untuk memarkir mobil di depan rumah salah satu penduduk yang juga berfungsi sebagai warung makan itu, kami beranjak menuju tebing terjal sebelah kanan bibir pantai.

Bibir pantai siung diapit dua bukit terjal di kanan kirinya. Sebelah kanan adalah tebing dimana tempat untuk latihan panjat berada, sedang tebing yang bagian kiri adalah tempat untuk para wisatawan bisa melihat pemandangan hamparan laut dengan leluasa..

Kami langsung berjalan kearah tebing tempat dimana para pemanjat biasa menghabiskan waktu nya.

Setelah mendapatkan tempat datar yang enak buat mendirikan tenda, kami langsung membagi tugas biar cepet bisa istirahat ataupun beRenang di pantai yang tampak sepi kaRena memang bukan waktunya liburan.. Berbagai perlengkapan panjat pun di cek ulang seperti kompor dengan parafin nya, repair kit tools, bubuk magnesium karbonat, tali kernmantel, harnes, belay&rapel, karabiner dan masih banyak lagi.. [

” Ren, kalo pengen ngediriin tenda dome lo, diatas masih ada tempat yang nyaman juga lho..”, saran fuad ke gue. ” yoaa bro..”, sahut gue cepat seraya berjalan melewati jalan setapak untuk mencari tempat dengan view yang indah.. dan akhirnya berdiri lah tenda dome dengan kapasitas untuk 2 orang itu, dengan lampu badai yang menggantung di depan nya..

Segera gue menaruh tas ransel dan bag packer punya Dini.. Kami memutuskan untuk beristirahat dulu sebelum beRenang di sore harinya.. Dini terlihat tidur cukup pulas di dalam tenda dome yang barusan gue dirikan. Sementara dibawah gue liat shinta dan risna juga molor berjejer diapit seno dan si pay yang memang terlihat capek kaRena nyetir dan menavigatori selama perjalanan dari solo sampe pantai siung.

” Time’s for swimming swimming, guys!!”, teriak cewek cewek centil.. kecuali si pay yang terlihat bosan dengan acara beRenang, dia dapet jatah nungguin tenda.. Shinta dan risna memakai tank top dengan warna pastel dan memakai boxer yang hanya menutupi seperempat paha dari pinggang.. amboii.. mulus juga paha shinta dan risna..

Dini mengenakan kaos putih polos dengan bawahan juga boxer yang pendek seperempat paha.. Wuih gue pun ngaceng dengan sukses melihat semuanya itu. Kami beRenang dengan seru tapi kudu harus berhati hati, sebab didasar pantai banyak batu karang sehingga kalo ga hati hati, kaki bisa terantuk batu karang tersebut.. Seno dan fuad pun berlomba menyelam, sedang para cewek saling cubit dan dorong biar terhempas ombak..

* * * * * * *

“Woi Din, lo seksi banget. Tuuh gundukan toked lo yang gede terlihat jelas, mana beha lo warna merah, ketat lagi..”, seru shinta disambut cekakak cekikik si risna.. “iya tuuh Din, Reno pasti ngaceng terus, harus lo bantu ntar, hahaha..”, imbuh risna sambil menyipratkan air laut ke wajah Dini. “Biarin aja konak, emang gue pikirin, hahaha!!”, balas Dini seraya menyeburkan tubuh nya ketika gulungan ombak datang menerjang..

Gue Cuma senyam senyum mendengar celotehan cewek cewek genit itu.. Setelah puas beRenang, kami ber enam mandi disalah satu kamar mandi rumah penduduk yang di sewakan untuk pengunjung pantai..

“Uuhhh puass dah beRenangnya, wahh tapi jadi laper banget neeh..”, seloroh shinta di amini yang laen.. “Udah yuuk kembali ke camp, pasti si pay bete kelamaan nunggu kita..”, bilang fuad.. Dan kami pun berjalan beriringan menuju bukit yang di sebelah kanan pantai, dimana disitu sudah berdiri tenda kami..

“Aduuh pay, lo baek banget deech.. tau aja kita lagi laper, hehehe..”, bilang Dini centil ketika tau kalau si pay telah memasak mie rebus ala kadar nya.. “ya iyalaahh, paidii gitu loochh..”, ujar si pay sok centil. Kami pun makan dengan lahab kaRena emang bener bener laper.. Kebersamaan dalam Kesederhanaan.. Hmm, terdengar indaah..

Setelah selesai makan, kami pun nyantai nyantai sambil ngobrol dan menghisap rokok..

“Sana buruan pacaran dah petang neeh, di jamin aman dah, qiqiqiqi..”, bilang shinta sambil terkikik, becandain gue ma Dini.. “aahhh apaan seeh lo shin..”, sahut gue cepat.. “yaelah pake malu malu segala gaya lo Renn, hahahaha..”, kata seno mendukung ucapan shinta.. “hahahaha!!..” dan semua pada tertawa seru. Dini sang peri kecil pun Cuma tersipu malu..

“Yaudah deeh, gue ma Dini keatas dulu yaa, awas ngintip lo!”, ancam gue ke shinta dan risna yang dari tadi ngegarapin gue mulu, seraya beranjak menaiki bukit diatas tenda nya seno dkk itu.. Dini masuk ke dalam tenda untuk berganti baju. Setelah beberapa saat, Dini keluar tenda Cuma mengenakan kaos yang terlihat kebesaran sepangkal pantat yang kulit nya putih mulus tanpa noda itu.

Celana dalam beRenda dengan kait di samping pinggang kanan kiri yang Dini pake pun mengintip nakal..

“Indah banget yaa Renn, petang ini..”, kata Dini berdiri di pinggiran tebing yang bawah nya langsung lautan lepas. “iya Diin, sungguh indah..”, jawab gue cepat sembari mendekati Dini dari arah belakang dan memeluk nya.. Melingkarkan kedua tangan gue ke perut nya. Gue dekap erat seakan ga mau kehilangan seoarang cewek cantik yang sudah melumerkan hati beku gue selama ini.

“Warna senja yang terlukis di langit begitu menakjubkan, gue suka banget.. Malah dari gue kecil, setiap petang gue selalu berdiri di balkon rumah untuk sekedar melihat dan merekam keindahan senja temaram di otak gue. Dan sekarang gue bisa melihat nya di langit luas.. Wonderfull..”, bilang Dini panjang lebar sambil mendongakkan kepala keatas untuk melihat warna senja yang begitu indah berpadu oleh kerlip bintang yang pada mulai menampakkan diri.. Gue pun juga ga nyangka kalau warna senja seperti sekarang ini begitu menyejukkan pandangan mata.

“Gue ajak lo terbang ke langit luas untuk melintasi senja itu..”, kata gue sambil meraih tangan kanan Dini mengarahkan kedepan rada miring 45derajat. “Kita terbang Din, lihatlah ke bawah..”, ujar gue..

Dini pun melongokkan pandangan mata nya ke bawah, yang berupa lautan luas.. “Waah Renn, gilaa berasa terbang beneran.. waahhhh kaya di film titanic yaa, hahaha..”, Dini tertawa senang.. Kebahagiaan itu terpancar dari raut wajah cantik nya yang selama ini membius gue..

Selamat datang di Ceritadewasa.gratis!

Untuk melanjutkan membaca cerita-cerita yang ada di situs ini, silahkan like atau follow salah satu media sosial kami terlebih dahulu.